LOADING . . .

27
Feb

Biro Perjalanan Solo Kewalahan Larangan Umrah Arab Saudi

by Administrator

Biro perjalanan umrah di Solo mengaku kewalahan karena larangan sementara Pemerintah Arab Saudi. Larangan itu diberikan di tengah merebaknya kasus virus corona di luar China, seperti Eropa, Timur Tengah, termasuk Asia.

Pemilik Biro Umrah Dewangga Her Suprabu mengatakan informasi mengenai kebijakan itu diumumkan secara tiba-tiba baru diterima dari Muasassah (penyelenggara layanan haji setempat), Rabu (26/2) kemarin malam.

"Otomatis pengajuan kami yang sudah dalam proses ditangguhkan dulu. Tentunya ini berdampak terhadap semua biro umrah termasuk jemaah dan stakeholder lainnya," katanya, Kamis (27/2).

Mengacu data dari PT Angkasa Pura I (Persero), jemaah umrah yang berangkat dari Bandara Adi Soemarmo Solo lebih dari 10 ribu orang per bulan. Dewangga sendiri akan memberangkatkan lima grup masing-masing berisi 45 jemaah sepanjang Maret 2020. Ia mengaku sudah menyiapkan tiket pesawat serta akomodasi jemaah di tanah suci untuk tiga grup pertama.

Suprabu mengaku kerugian yang ditanggung akibat kebijakan ini mencapai Rp2 miliar hingga Rp2,5 miliar per grup. Uang itu dikeluarkan untuk tiket pesawat pulang pergi, biaya hotel, konsumsi jemaah selama di tanah suci. Ditambah tiket dan akomodasi ziarah untuk jemaah yang mengambil paket Umrah plus Turki.

Lebih lanjut ia menyebut telah mengedarkan surat pemberitahuan mengenai penundaan untuk tiga grup yang rencananya berangkat tanggal 5, 6, dan 14 Maret ke depan. Ia juga terus berkoordinasi dengan maskapai dan hotel penyedia akomodasi di tanah suci mengenai penundaan visa umrah ini.

"Mudah-mudahan semua stakeholder bisa memahami, seperti tiket pesawat mudah-mudahan bisa direschedule sehingga tidak hangus. Kemudian, hotel juga kami nego untuk bisa digeser ke tanggal berikutnya sambil kami lihat perkembangan ke depan," katanya.

Ia juga mendorong Kementerian Agama untuk melobi pemerintah Arab Saudi agar penundaan visa umrah tidak berlaku untuk Indonesia, mengingat sampai sekarang belum ditemukan pasien yang teridentifikasi positif terjangkit virus corona di Tanah Air.

"Kalau Indonesia kan belum ya. Mestinya ada kebijakan-kebijakan agar tidak negara ditunda. Mungkin hanya negara-negara yang berpotensi lebih saja," katanya.

Terkait jemaah umrah yang sudah mendapat visa umrah, Suprabu mengaku belum mendapat informasi yang akurat. Menurut maskapai yang menjadi rekanan Dewangga, mereka tetap bisa berangkat karena telah memegang visa dari Pemerintah Arab Saudi.

"Tapi ini masih simpang siur karena katanya ada yang bilang nanti di Arab tidak diterima. Kami akan cari informasi lebih jauh agar lebih pasti," katanya.

Sumber : CNN Indonesia